PayPal melanjutkan integrasi pembayaran kripto di beberapa pasar

paypal melanjutkan integrasi pembayaran kripto di beberapa pasar, memungkinkan pengguna melakukan transaksi dengan mata uang digital secara mudah dan aman.

PayPal memperluas langkahnya di ranah pembayaran kripto dengan membawa stablecoin PYUSD ke 70 negara, termasuk Singapura, sambil menyiapkan fitur transfer peer to peer berbasis aset digital di aplikasinya. Ekspansi ini menandai dorongan baru perusahaan untuk memperkuat utilitas mata uang digital dalam transaksi lintas negara yang lebih cepat dan murah, di tengah persaingan yang kian ketat di sektor keuangan digital. Bagi PayPal, strategi ini bukan sekadar menambah fitur, melainkan memperluas peran platformnya dalam arus uang global yang kini makin dekat dengan ekosistem blockchain.

PayPal memperluas PYUSD ke 70 pasar internasional

PayPal mengumumkan perluasan layanan stablecoin PYUSD ke 70 pasar untuk memperkenalkan penggunaan aset digital sebagai alat utilitas bagi pelanggan dan merchant. Berdasarkan keterangan yang dikutip CNBC Indonesia dari The Business Times pada Kamis, 19 Maret, langkah ini difokuskan pada kemudahan transfer lintas negara dalam denominasi dolar AS tanpa hambatan yang selama ini muncul di sejumlah wilayah yang tidak mendukung saldo atau remitansi dolar secara penuh.

Senior Vice President sekaligus General Manager Crypto PayPal, May Zabaneh, menyebut masuknya perusahaan ke sektor kripto sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan keterlibatan pengguna di aplikasi. Menurut dia, produk semacam ini memberi alasan tambahan bagi pengguna untuk kembali ke ekosistem PayPal, berinteraksi lebih sering, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan layanan perusahaan.

Dalam skema tersebut, 1 dolar AS setara dengan 1 PYUSD sebelum maupun sesudah transfer. PYUSD juga bisa dikirim ke dompet pihak ketiga di luar ekosistem PayPal, membuatnya lebih terbuka dibanding saldo PayPal konvensional. Di tengah pertumbuhan stablecoin global, langkah ini menempatkan PayPal di jalur yang sama dengan pelaku lain yang juga memperluas penggunaan aset digital lintas jaringan, seperti yang terlihat dalam ekspansi USDC ke berbagai blockchain.

paypal melanjutkan ekspansi integrasi pembayaran kripto di beberapa pasar, memudahkan transaksi digital dengan mata uang kripto secara aman dan cepat.

Biaya transaksi rendah dan interoperabilitas jadi daya tarik utama

Salah satu alasan utama di balik ekspansi ini adalah efisiensi biaya. Transfer bank internasional lazimnya memakan biaya beberapa persen dari nilai transaksi, sedangkan stablecoin dapat dipindahkan dengan ongkos yang sangat kecil, bahkan hanya sebagian kecil dari satu sen. Untuk pengguna yang rutin mengirim dana lintas batas, selisih biaya itu bisa menjadi faktor penentu.

PayPal juga menekankan aspek interoperabilitas. PYUSD tidak hanya dipakai di dalam platform sendiri, tetapi juga bisa dipindahkan ke dompet digital eksternal dan dikonversi ke fiat melalui bursa kripto seperti OKX. Karakter ini membuat stablecoin lebih fleksibel untuk kebutuhan pembayaran, penyimpanan nilai, hingga perpindahan dana antarplatform. Di Singapura, akses saat ini diberikan untuk akun bisnis PayPal, sementara pengguna di luar Singapura dan Inggris dapat memperoleh imbal hasil dari kepemilikan PYUSD mereka.

Penting dicatat, PayPal tidak secara spesifik memasukkan Indonesia dalam daftar pasar yang telah mendukung PYUSD. Namun kehadiran Singapura menunjukkan Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang mulai masuk dalam peta ekspansi perusahaan. Di saat yang sama, perdebatan soal regulasi stablecoin juga terus berkembang, terutama setelah implementasi MiCA di Uni Eropa menjadi acuan baru bagi industri aset digital global.

Fitur peer to peer berbasis kripto memperkuat strategi PayPal

Ekspansi PYUSD datang bersamaan dengan langkah lain yang tak kalah penting: integrasi kripto dalam alur pembayaran peer to peer baru PayPal. Perusahaan sebelumnya mengumumkan peluncuran PayPal Links, yakni tautan personal sekali pakai untuk mengirim dan menerima uang melalui percakapan teks, email, atau pesan langsung. Layanan itu telah diluncurkan di Amerika Serikat dan disiapkan untuk ekspansi internasional ke Inggris, Italia, dan pasar lain.

PayPal menyatakan dukungan kripto akan segera hadir langsung dalam alur P2P tersebut. Artinya, pengguna di AS nantinya dapat mengirim bitcoin, ether, PYUSD, dan aset digital lain ke sesama pengguna PayPal, Venmo, serta dompet yang mendukung stablecoin dan kripto. Bagi perusahaan, ini adalah kelanjutan dari upaya menghubungkan dompet, aplikasi, dan ekosistem keuangan yang selama ini terpisah.

Langkah itu muncul ketika volume peer to peer PayPal tumbuh 10 persen secara tahunan pada kuartal kedua, sementara Venmo mencatat pertumbuhan pembayaran terkuat dalam tiga tahun. Dengan kapitalisasi pasar PYUSD yang telah mencapai US$4 miliar, fokus PayPal makin jelas mengarah pada utilitas pembayaran, bukan sekadar eksposur pada aset digital. Di tengah naiknya volume transaksi stablecoin dan perhatian regulator terhadap risiko kripto bagi sistem keuangan, keputusan ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi pembayaran besar berusaha menempatkan blockchain sebagai infrastruktur praktis untuk arus uang sehari hari.

Bagi industri keuangan digital, sinyalnya cukup jelas. PayPal tidak lagi memperlakukan kripto sebagai fitur tambahan semata, melainkan sebagai bagian dari infrastruktur pembayaran global yang ingin dibangunnya di berbagai pasar.