Circle mengumumkan ekspansi USDC ke infrastruktur blockchain baru

circle mengumumkan ekspansi usdc ke infrastruktur blockchain baru, memperluas jangkauan dan keamanan aset digital di ekosistem blockchain global.

Circle kembali memperluas jangkauan USDC dengan membawa stablecoin tersebut ke infrastruktur blockchain baru, termasuk Pharos dan Movement, di tengah persaingan yang makin ketat dalam pasar aset digital. Pengumuman yang dirilis pada akhir Maret dan akhir April itu menegaskan arah perusahaan untuk memperluas penggunaan USDC dalam ekosistem multichain, sekaligus memperkuat Cross Chain Transfer Protocol atau CCTP sebagai lapisan konektivitas antarrantai. Langkah ini datang saat pelaku industri mencari cara mengurangi fragmentasi likuiditas, mempercepat perpindahan token, dan membangun layanan pembayaran serta aplikasi kripto yang lebih efisien.

Ekspansi tersebut juga berlangsung ketika Circle menyoroti bahwa USDC kini didukung secara native di 33 jaringan blockchain. Bagi pasar, pesan utamanya cukup jelas: perusahaan ingin menempatkan USDC bukan hanya sebagai stablecoin berbasis dolar, tetapi sebagai standar transaksi lintas jaringan yang bisa dipakai dalam pembayaran, treasury, hingga distribusi dana on chain. Di saat yang sama, kemitraan Circle dengan Ant International menunjukkan bahwa ekspansi ini tidak berhenti di kalangan pengembang, melainkan mulai menyentuh infrastruktur lembaga besar.

Circle memperluas USDC dan CCTP ke jaringan blockchain baru

Pada 27 Maret, Circle mengumumkan bahwa USDC dan CCTP akan segera hadir di Pharos. Sebulan kemudian, pada 28 April, perusahaan menyatakan layanan tersebut sudah tersedia. Dalam fase yang berdekatan, Circle juga mengonfirmasi pada 25 Maret bahwa USDCx di Movement telah tersedia melalui Circle xReserve. Rangkaian pengumuman ini memperlihatkan pola yang konsisten: memperluas kehadiran USDC di rantai baru sambil menjaga interoperabilitas antarjaringan.

Bagi ekosistem blockchain, kehadiran CCTP punya arti penting. Protokol ini dirancang agar perpindahan USDC antarrantai tidak semata bergantung pada model wrapped asset yang selama ini kerap memecah likuiditas. Circle juga mendorong Bridged USDC Standard untuk jaringan berbasis EVM, sebuah spesifikasi yang memungkinkan pengembang blockchain dan rollup membangun satu bentuk bridged USDC dengan opsi peningkatan ke penerbitan native di masa depan.

circle mengumumkan ekspansi usdc ke infrastruktur blockchain baru, memperkuat adopsi stablecoin dan inovasi dalam ekosistem keuangan digital.

Strategi ini relevan ketika dunia aset digital bergerak ke model multichain. Aktivitas di berbagai jaringan terus tumbuh, dari Ethereum hingga Solana dan jaringan baru lain yang ingin menarik pengembang serta likuiditas. Dalam konteks itu, pembahasan tentang arus transaksi stablecoin juga makin menonjol, seperti terlihat dalam laporan mengenai volume transaksi stablecoin dan pergeseran penggunaan aset digital untuk pembayaran lintas platform. Intinya, Circle sedang menempatkan infrastruktur sebagai arena persaingan utama, bukan sekadar jumlah jaringan yang didukung.

Model multichain jadi fondasi baru bagi infrastruktur digital Circle

Circle menyatakan bahwa USDC saat ini telah didukung secara native di 33 jaringan blockchain, dengan integrasi lanjutan yang masih disiapkan. Untuk jaringan yang kompatibel dengan EVM, penerbitan dilakukan melalui smart contract, sementara pada jaringan non EVM, USDC menggunakan primitive token bawaan. Pendekatan teknis ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak menawarkan satu pola tunggal, melainkan menyesuaikan desain dengan arsitektur masing-masing jaringan.

Dari sisi bisnis, Circle menekankan bahwa semua blockchain yang didukung telah dihubungkan ke alur penggunaan dana dalam produk-produknya, mulai dari penyelesaian pembayaran hingga pembayaran on chain. Ini memperkuat posisi USDC sebagai alat tukar dan penyelesaian dalam ekonomi internet. Di pasar yang juga memantau kinerja bursa besar dan arus modal kripto, dinamika tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan transaksi di platform besar, termasuk yang tercermin dalam data volume perdagangan Coinbase pada April.

Circle juga terus menonjolkan aspek cadangan. Perusahaan menyebut USDC diterbitkan dengan dukungan penuh kas dan surat utang pemerintah Amerika Serikat berjangka pendek, sehingga dapat ditebus 1 banding 1 terhadap dolar AS. Cadangan itu dikelola oleh institusi keuangan besar, termasuk BlackRock dan BNY Mellon, sementara attestation bulanan digunakan untuk memastikan jumlah cadangan melebihi pasokan yang beredar. Di tengah perdebatan soal kepercayaan dalam sektor desentralisasi, transparansi semacam ini menjadi bagian dari argumentasi Circle untuk membedakan diri dari pesaingnya.

Kemitraan dengan Ant International memperluas taruhan Circle di pasar global

Ekspansi Circle tidak hanya menyasar pengembang jaringan baru. Ant International, unit milik Ant Group yang didukung Alibaba, telah mengumumkan kemitraan dengan Circle Internet Group untuk mengintegrasikan USDC ke platform blockchain miliknya. Adopsi resmi dijadwalkan setelah persyaratan kepatuhan di Amerika Serikat dipenuhi, menjadikan aspek regulasi sebagai penentu utama tahapan berikutnya.

Kerja sama ini penting karena memperlihatkan bagaimana stablecoin berbasis dolar mulai masuk ke sistem perusahaan berskala global. Circle mendapat dorongan tambahan setelah pernyataan SEC pada April 2025 mengklasifikasikan USDC sebagai Covered Stablecoin yang bukan sekuritas. Dalam kerangka itu, USDC diposisikan sebagai instrumen pembayaran digital yang lebih mudah diterima oleh pelaku institusional, terutama untuk transaksi lintas batas.

Nilai transaksi USDC yang mencapai US$2,3 triliun pada 2024 menurut data yang dirujuk CoinMarketCap memberi gambaran mengenai skala adopsinya. Bagi Ant International, integrasi ini berpotensi membuka jalur pembayaran yang lebih efisien di pasar global, meski tetap berada di tengah lanskap yang sensitif, mengingat China melarang perdagangan kripto sejak 2021. Pada saat jaringan lain seperti Solana juga mencatat peningkatan aktivitas, sebagaimana tercermin dalam laporan aktivitas jaringan Solana, persaingan kini bergerak ke pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang mampu menyediakan rel pembayaran digital lintas jaringan dengan kepatuhan, likuiditas, dan skala paling kuat.

Dengan perluasan ke Pharos, Movement, dan kerja sama dengan Ant International, Circle menunjukkan bahwa fase berikutnya dari pasar stablecoin tidak lagi hanya soal penerbitan aset, melainkan penguasaan infrastruktur baru yang menopang perpindahan nilai secara global.