Kapitalisasi pasar kripto global kembali melampaui ambang penting menurut data industri

kapitalisasi pasar kripto global kembali melampaui ambang penting, menunjukkan pertumbuhan signifikan menurut data industri terbaru.

Kapitalisasi pasar kripto global kembali melampaui ambang penting menurut data industri setelah reli besar sepanjang 2024 yang masih memengaruhi arah pasar aset digital hingga kini. Data CoinGecko menunjukkan total valuasi pasar kripto global pada akhir 2024 naik 97,7 persen menjadi 3,40 triliun dollar AS, didorong lonjakan harga Bitcoin, kenaikan volume transaksi, dan rotasi minat ke altcoin seperti token AI serta meme token. Di Indonesia, dampaknya terlihat pada pertumbuhan trading kripto di platform lokal, ketika minat terhadap investasi kripto ikut meningkat seiring sentimen global dan dinamika politik di Amerika Serikat.

kapitalisasi pasar kripto global kembali melampaui ambang penting, menandai pertumbuhan signifikan dalam industri aset digital menurut data terbaru.

Data industri menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global menembus level penting

Laporan tahunan industri dari CoinGecko menempatkan 2024 sebagai salah satu periode terkuat bagi mata uang digital sejak pasar pulih dari fase koreksi sebelumnya. Total kapitalisasi pasar industri naik hampir dua kali lipat dalam setahun dan ditutup di level 3,40 triliun dollar AS. Kenaikan ini menjadi penanda bahwa pasar kembali melewati ambang penting, bukan hanya dari sisi valuasi, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi investor dan aktivitas di berbagai ekosistem blockchain.

Pergerakan itu juga tercermin pada transaksi harian. CoinGecko mencatat rata-rata volume perdagangan pada kuartal IV 2024 melonjak 128,2 persen dibanding kuartal sebelumnya, dari 88,0 miliar dollar AS menjadi 200,7 miliar dollar AS. Angka tersebut memperlihatkan bahwa reli tidak hanya ditopang kenaikan harga, melainkan juga likuiditas yang lebih tebal dan aktivitas pasar yang lebih merata. Bagi pelaku industri, ini biasanya dibaca sebagai sinyal bahwa pemulihan telah bergeser ke fase ekspansi yang lebih luas.

Di tengah perhatian yang terus tertuju pada Bitcoin, pelaku pasar juga memantau perkembangan produk investasi institusional dan arus modal baru. Dinamika itu ikut dibahas dalam laporan mengenai ETF Bitcoin spot BlackRock, yang kerap disebut sebagai salah satu faktor penting dalam memperluas eksposur investor arus utama ke aset digital. Ketika akses makin mudah, ukuran pasar pun menjadi lebih sensitif terhadap arus dana berskala besar.

Bitcoin, token AI, dan meme coin mendorong aktivitas trading kripto

Reli 2024 dipimpin oleh Bitcoin, yang di Indonesia sempat menembus level psikologis Rp 1 miliar pada Desember 2024. Kenaikan aset terbesar itu menjadi acuan penting bagi pasar karena biasanya memengaruhi sentimen di seluruh sektor, dari altcoin utama hingga token bertema spekulatif. Saat Bitcoin menguat, arus dana cenderung meluas ke proyek lain yang dinilai punya momentum lebih tinggi.

Fenomena itu terlihat jelas pada data internal platform investasi PINTU. Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, menyatakan volume perdagangan tahunan dari Januari 2024 hingga Januari 2025 naik lebih dari 150 persen, sementara Monthly Trading User bertambah lebih dari 100 persen. Menurut dia, token AI mencatat kenaikan volume lebih dari 1.200 persen, sedangkan token meme tumbuh sekitar 230 persen. Data ini menunjukkan perubahan preferensi investor ritel yang tidak lagi hanya terkonsentrasi pada Bitcoin dan Ether.

Perkembangan di jaringan tertentu ikut memperkuat tren tersebut. Aktivitas pengguna dan aplikasi terdesentralisasi di sejumlah rantai publik menjadi penopang narasi pasar, termasuk yang terlihat dalam pembahasan tentang aktivitas jaringan Solana dan minat spekulatif terhadap tren Dogecoin. Saat volume berpindah ke sektor AI, meme, dan infrastruktur cepat, pasar menunjukkan bahwa fase ekspansi kini lebih kompleks daripada sekadar kenaikan Bitcoin semata.

Bagi sektor digital, situasi ini penting karena pertumbuhan trading kripto sering berimbas pada layanan kustodian, pembayaran, analitik on-chain, hingga aplikasi keuangan berbasis blockchain. Artinya, kenaikan valuasi pasar membawa efek berantai ke seluruh ekosistem teknologi finansial.

Dinamika politik AS dan efeknya terhadap pasar aset digital di Indonesia

Peningkatan volume transaksi global juga dikaitkan dengan perkembangan ekonomi dan politik di Amerika Serikat, terutama setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke-47 AS. Di pasar, prospek kebijakan yang dianggap lebih ramah terhadap industri kripto mendorong optimisme baru. Sentimen regulasi memang kerap menjadi penggerak besar, karena memengaruhi keputusan perusahaan, investor institusional, dan bursa dalam memperluas layanan mereka.

Bagi Indonesia, perubahan suasana global itu terasa dalam bentuk kenaikan aktivitas pengguna platform lokal dan meningkatnya perhatian terhadap aturan perpajakan. Dalam beberapa waktu terakhir, isu pengenaan pajak atas transaksi aset kripto, termasuk untuk exchanger asing, ikut menjadi bagian dari penyesuaian pasar domestik. Di satu sisi, regulasi memberi kepastian. Di sisi lain, biaya tambahan dapat memengaruhi strategi investor ritel yang aktif melakukan transaksi jangka pendek.

Arus perkembangan tersebut juga berhubungan dengan ekosistem pembayaran dan adopsi yang lebih luas. Ketika perusahaan teknologi finansial mulai mengeksplorasi integrasi pembayaran berbasis aset digital, seperti yang terlihat dalam pembahasan mengenai integrasi pembayaran kripto oleh PayPal, pasar tidak lagi hanya bergerak karena spekulasi. Ia juga didorong oleh penggunaan yang makin nyata. Gambaran volume yang lebih luas dapat dilihat pada ulasan tentang volume pasar kripto global, yang memperlihatkan bagaimana likuiditas menjadi faktor utama dalam menjaga momentum.

Dengan latar itu, pasar kini bergerak di persimpangan antara sentimen, regulasi, dan adopsi. Selama tiga faktor tersebut saling menguatkan, level valuasi baru berpotensi bertahan lebih lama dan terus membentuk arah industri aset digital secara global.