BlackRock mencatat arus masuk baru pada ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat

blackrock mencatat peningkatan arus masuk pada etf bitcoin spot di amerika serikat, menandai minat investor yang tumbuh dalam aset digital.

BlackRock kembali memimpin pergerakan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat setelah produk andalannya, iShares Bitcoin Trust (IBIT), mencatat arus dana besar dalam sepekan terakhir. Data SoSoValue yang dikutip The Block menunjukkan ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk mingguan sebesar USD 996,4 juta, tertinggi sejak pertengahan Januari, memperpanjang tren positif selama tiga minggu berturut-turut. Di tengah ketegangan geopolitik dan sorotan terhadap arah kebijakan moneter AS, aliran dana ini kembali menegaskan posisi aset kripto sebagai bagian yang semakin diperhitungkan dalam ekosistem investasi, pasar modal, dan keuangan global.

Dalam periode yang sama, IBIT menjadi kontributor utama dengan dana masuk sekitar USD 906 juta. Momentum ini bertepatan dengan pekan perdagangan penuh pertama bagi MSBT milik Morgan Stanley, yang mulai diperdagangkan pada 8 April dan mencatat arus masuk mingguan USD 71 juta. Pergerakan itu terjadi ketika harga Bitcoin masih berfluktuasi di kisaran USD 75.000, memperlihatkan bahwa minat institusional terhadap aset digital tidak semata mengikuti pergerakan harga harian.

BlackRock memimpin arus masuk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat

Arus dana terbaru menempatkan BlackRock kembali di pusat perhatian pasar ETF kripto AS. Berdasarkan data yang dirujuk The Block, dari total USD 996,4 juta dana masuk bersih mingguan ke seluruh ETF Bitcoin spot, sekitar USD 906 juta berasal dari IBIT. Angka itu menjadikan produk BlackRock sebagai motor utama pemulihan arus modal ke instrumen kripto teregulasi.

Jika ditarik lebih dekat ke data harian, 17 April menjadi salah satu titik penting. Pada hari itu, IBIT mencatat arus masuk USD 284 juta, berkontribusi pada total USD 664 juta yang masuk ke seluruh ETF Bitcoin spot AS dalam sehari. Selama delapan hari akumulasi berturut-turut, dana masuk ke IBIT dilaporkan mencapai sekitar USD 1,34 miliar, sementara arus masuk bersih kumulatifnya telah menyentuh USD 64,633 miliar.

Dominasi ini menunjukkan konsentrasi minat investor pada penerbit terbesar yang memiliki distribusi luas dan kredibilitas tinggi di pasar modal. Fidelity melalui FBTC juga mencatat pergerakan signifikan dengan tambahan USD 163 juta dalam sehari dan total arus masuk bersih sekitar USD 11 miliar, tetapi jaraknya masih lebar dari IBIT. Bagi pelaku investasi, pola ini memperlihatkan bahwa likuiditas dan reputasi manajer aset tetap menjadi faktor penentu dalam penetrasi produk ETF berbasis kripto.

blackrock mencatat peningkatan arus masuk dana pada etf bitcoin spot di amerika serikat, menandai minat yang kuat dalam investasi aset digital.

Permintaan institusional bertahan di tengah ketegangan geopolitik dan tekanan suku bunga

Gelombang dana masuk tersebut muncul di tengah situasi eksternal yang belum sepenuhnya stabil. COO BTSE, Jeff Mei, mengatakan kepada The Block bahwa investor institusional melihat peluang terjadinya deeskalasi permanen dalam ketegangan antara AS dan Iran, sehingga meningkatkan posisi beli mereka pada ETF Bitcoin. Pernyataan itu datang ketika perjanjian gencatan senjata dua minggu antara kedua negara mendekati akhir dan laporan terbaru menyebut AS menyita kapal kargo berbendera Iran di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut ikut membentuk sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut negosiator AS menuju Islamabad untuk kemungkinan pembicaraan dengan Iran, sementara sumber dari pihak Iran mengatakan perundingan damai tidak akan diikuti sebelum blokade Hormuz dicabut. Dalam latar seperti itu, Bitcoin justru turun sekitar 0,25 persen dalam 24 jam menjadi USD 75.006, sedangkan ether melemah 0,6 persen ke USD 2.301.

Artinya, arus masuk ke ETF spot tidak selalu bergerak searah dengan harga jangka pendek. Investor besar tampaknya memanfaatkan saluran teregulasi untuk membangun eksposur saat volatilitas masih tinggi. Mei juga menilai permintaan ritel mulai membaik, meski reli yang lebih berkelanjutan tetap bergantung pada pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Di sinilah relasi antara kripto dan pasar keuangan tradisional terlihat makin erat: geopolitik, kebijakan bank sentral, dan produk ETF kini bergerak dalam satu ekosistem yang saling memengaruhi.

Pergerakan harga di sekitar level ini juga menjadi sorotan sejumlah media pasar, termasuk laporan mengenai optimisme pelaku pasar saat Bitcoin bertahan di kisaran USD 75.000. Bagi investor institusional, level tersebut tampaknya belum menghalangi akumulasi melalui instrumen teregulasi.

Pasar ETF kripto meluas dari Amerika Serikat ke Asia

Kenaikan arus masuk di AS juga dibaca sebagai sinyal bahwa model ETF kripto semakin mapan secara global. Keberhasilan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat telah membantu mengangkat aset bersih sektor ini menjadi sekitar USD 115,8 miliar, setara kurang lebih 6,5 persen dari total kapitalisasi pasar Bitcoin. Perkembangan itu mendorong partisipasi lembaga besar, mulai dari dana pensiun, family office, hingga dana abadi universitas seperti Harvard.

Ekspansi produk pun berlanjut. Regulasi pencatatan aset digital di AS yang lebih sederhana telah mendorong penerbit mengajukan ETF berbasis altcoin, dan produk spot untuk XRP, Solana, Dogecoin, Chainlink, Litecoin, serta Hedera telah muncul sejak akhir 2025. Dalam konteks ini, peluncuran MSBT Morgan Stanley menambah persaingan baru di segmen yang sebelumnya sangat didominasi BlackRock dan Fidelity.

Di luar AS, Jepang sedang menyiapkan persetujuan ETF kripto pertamanya paling cepat pada 2028, menurut laporan Nikkei Asia yang juga dikutip The Block. Financial Services Agency akan memasukkan kripto sebagai aset dasar ETF dengan perlindungan investor yang lebih ketat. Nomura Holdings dan SBI Holdings disebut akan meluncurkan produk pertama untuk Bursa Efek Tokyo. Hong Kong lebih dulu meluncurkan ETF kripto sejak 2024, sementara Korea Selatan menyiapkan kerangka Undang-Undang Dasar Aset Digital yang dapat membuka jalan bagi ETF spot perdana di negara itu.

Tren regional ini menunjukkan satu hal: produk kripto teregulasi kini bukan lagi eksperimen pinggiran. Dari Wall Street hingga pusat finansial Asia, ETF menjadi jalur utama bagi integrasi aset digital ke sistem keuangan formal. Ketika BlackRock terus menyerap sebagian besar arus masuk, arah pasar tampaknya masih ditentukan oleh seberapa kuat minat institusi bertahan di tengah volatilitas makro.

Lonjakan dana ke ETF Bitcoin spot dan kenaikan minat pada produk serupa berbasis ether menandakan bahwa fase berikutnya industri ini akan sangat ditentukan oleh regulasi, suku bunga, dan situasi geopolitik. Untuk saat ini, BlackRock tetap menjadi barometer utama bagaimana modal institusional bergerak di pasar kripto AS.