Google menyatakan sistem berbasis Gemini kini mampu menghentikan lebih dari 99 persen iklan berbahaya sebelum tayang, dalam langkah yang menandai penguatan besar pada keamanan iklan di ekosistem periklanannya. Informasi itu disampaikan perusahaan pada Senin, 20 April 2026, bersamaan dengan paparan hasil penegakan kebijakan iklan sepanjang 2025. Di tengah maraknya penipuan digital dan penyalahgunaan AI generatif, Google menyebut pendekatan baru ini dirancang untuk memperkuat perlindungan pengguna, sekaligus mempercepat penindakan terhadap akun pengiklan yang melanggar aturan.
Menurut Google, model terbaru itu tidak lagi semata bergantung pada pencocokan kata kunci, melainkan membaca ratusan miliar sinyal seperti usia akun, pola perilaku, dan aktivitas kampanye. Perubahan ini membuat filter iklan lebih presisi dalam mengenali niat di balik sebuah konten, termasuk iklan yang sengaja dirancang untuk lolos dari pemeriksaan. Di saat pelaku penipuan memanfaatkan alat generatif untuk memproduksi materi menyesatkan dalam skala besar, perusahaan berupaya memindahkan deteksi ancaman ke tahap yang lebih awal. Taruhannya jelas: menjaga kepercayaan pada iklan digital saat serangan menjadi semakin cepat, masif, dan sulit dibedakan dari promosi yang sah.
Google memakai Gemini untuk memperketat keamanan iklan digital
Dalam pernyataan resminya, Google mengatakan teknologi keamanan berbasis Gemini telah meningkatkan kemampuan sistem untuk menilai iklan bermasalah secara lebih cepat dan akurat. Perusahaan menyebut model ini dapat memahami konteks dan maksud sebuah konten, bukan hanya menandai kata atau frasa tertentu. Dengan cara itu, sistem dapat mengenali pola penipuan yang sebelumnya lebih mudah bersembunyi di balik variasi bahasa, ejaan, atau format kreatif.
Pergeseran ini penting karena lanskap ancaman telah berubah. Iklan palsu kini sering dibuat menyerupai promosi resmi, dari tawaran investasi hingga layanan bantuan pelanggan palsu. Ketika materi semacam itu bisa diproduksi otomatis dalam jumlah besar, deteksi manual jelas tidak lagi cukup. Di sinilah Google menempatkan Gemini sebagai lapisan utama untuk menahan materi berisiko sejak tahap pengajuan, bukan setelah iklan sempat dilihat pengguna.
Penjelasan lebih rinci mengenai gelombang penindakan akun pengiklan juga muncul dalam laporan lain yang membahas bagaimana Google menangguhkan jutaan akun pengiklan selama periode yang sama. Bagi industri, pesan yang ingin ditegaskan cukup kuat: pengawasan kini bergerak dari reaktif menjadi preventif. Itulah perubahan yang menentukan arah keamanan iklan ke depan.

Google juga menyebut bahwa penggunaan model baru ini membantu menekan kesalahan penangguhan akun hingga 80 persen. Bagi pengiklan sah, poin ini tidak kecil. Semakin akurat sistem, semakin kecil risiko akun legal ikut terdampak ketika perusahaan memperketat penyaringan.
Lebih dari 8,3 miliar iklan diblokir sepanjang 2025
Dari sisi volume, angka yang dipaparkan Google menunjukkan skala persoalan yang dihadapi platform digital global. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat lebih dari 8,3 miliar iklan diblokir atau dihapus dan 24,9 juta akun pengiklan ditangguhkan. Di dalamnya, terdapat 602 juta iklan terkait penipuan dan sekitar 4 juta akun yang terhubung dengan aktivitas serupa.
Angka tersebut menggambarkan bahwa penipuan iklan bukan lagi gangguan pinggiran, melainkan masalah struktural dalam ekonomi digital. Semakin besar ekosistem iklan, semakin tinggi pula insentif bagi pelaku kejahatan untuk mengeksploitasi sistem distribusi berbayar. Karena itu, klaim bahwa lebih dari 99 persen pelanggaran bisa dihentikan sebelum tayang menjadi elemen penting dalam strategi mitigasi risiko Google.
Data global itu juga diperkuat oleh laporan media lain mengenai bagaimana Google memblokir lebih dari 8 miliar iklan dalam setahun. Dalam praktiknya, keberhasilan semacam ini bukan hanya soal moderasi konten, melainkan juga stabilitas pasar iklan. Pengiklan membutuhkan lingkungan yang kredibel agar belanja media mereka tidak tercampur dengan promosi menipu yang dapat merusak reputasi merek.
Google menambahkan bahwa sebagian besar iklan jenis Responsive Search Ads kini bisa ditinjau hampir secara instan. Artinya, filter iklan tidak hanya dipakai untuk membersihkan sistem setelah masalah muncul, tetapi juga untuk memangkas jeda antara pengajuan dan penolakan atas materi yang melanggar. Bagi platform berskala global, efisiensi ini menentukan kemampuan respons terhadap ancaman yang terus berubah.
Dampaknya di Indonesia dan tantangan baru dari AI generatif
Di Indonesia, Google menyatakan telah menghapus sekitar 191,9 juta iklan dan menangguhkan sekitar 385 ribu akun pengiklan. Angka itu menunjukkan bahwa pasar domestik juga menjadi sasaran signifikan bagi penyebaran promosi menyesatkan, sejalan dengan besarnya basis pengguna internet dan tingginya aktivitas perdagangan digital di negara ini.
Konteks lokal ini penting karena modus penipuan sering menyesuaikan kebiasaan pengguna di tiap pasar. Iklan yang meniru layanan keuangan, marketplace, atau bantuan pelanggan dapat menyasar konsumen yang membutuhkan transaksi cepat dan informasi instan. Jika lolos ke halaman pencarian atau ruang promosi lain, dampaknya bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga erosi kepercayaan pada platform digital. Karena itu, penguatan perlindungan pengguna menjadi isu yang melampaui kepentingan satu perusahaan.
Pada saat yang sama, Google mengakui pelaku kejahatan kini memanfaatkan AI generatif untuk membuat materi penipuan secara massal. Tantangan baru itu menjelaskan mengapa perusahaan mendorong teknologi keamanan yang mampu merespons ancaman secara real-time. Pertanyaannya kemudian bukan lagi apakah iklan palsu akan dibuat, melainkan seberapa cepat platform bisa menahannya sebelum menjangkau publik.
Dengan menempatkan Gemini di pusat sistem penegakan kebijakan, Google berusaha menjawab tekanan itu dari hulu. Hasilnya belum menghapus ancaman sepenuhnya, tetapi arah yang diambil menunjukkan bahwa masa depan keamanan iklan akan sangat bergantung pada kemampuan platform membaca pola, niat, dan perilaku, bukan sekadar kata-kata di layar.









