Pasar NFT kembali bergerak setelah berbulan-bulan berada dalam tekanan. Dalam sepekan terakhir, sejumlah pelacak data industri menunjukkan peningkatan penjualan mingguan untuk NFT, dengan volume transaksi yang naik di beberapa jaringan utama seperti Ethereum, Bitcoin, dan Solana. Kenaikan ini muncul di tengah stabilisasi harga aset kripto, aktivitas baru di kalangan kolektor, serta dorongan dari proyek berbasis token digital yang mulai menarik minat pasar lagi. Bagi industri blockchain, sinyal ini penting karena menunjukkan bahwa minat terhadap koleksi digital belum hilang, meski pola pembeliannya berubah dibanding masa puncak beberapa tahun lalu.
Data mingguan dari platform pemantau seperti CryptoSlam dalam beberapa periode terakhir memang menunjukkan fluktuasi tajam, tetapi arah terbarunya memberi ruang bagi narasi pemulihan. Yang terlihat bukan euforia lama, melainkan pasar yang lebih selektif: transaksi terkonsentrasi pada koleksi besar, NFT berbasis Bitcoin Ordinals, dan aset yang masih punya komunitas aktif. Kondisi ini menempatkan investasi NFT pada fase baru, ketika pelaku pasar lebih menimbang utilitas, likuiditas, dan kekuatan ekosistem daripada sekadar spekulasi jangka pendek.
Pasar NFT mencatat pemulihan lewat peningkatan penjualan mingguan
Lonjakan terbaru pada transaksi NFT terlihat dari kenaikan volume penjualan mingguan yang dihimpun oleh pelacak industri. CryptoSlam, yang secara rutin memantau aktivitas lintas jaringan, beberapa kali mencatat pertumbuhan penjualan mingguan setelah periode pelemahan panjang. Pergerakan ini terutama ditopang oleh Ethereum yang tetap menjadi jaringan utama untuk koleksi digital, disusul Bitcoin lewat ekosistem Ordinals dan Solana yang kembali aktif di segmen koleksi berharga lebih rendah tetapi berputar cepat.
Kenaikan tersebut tidak berarti pasar kembali ke fase ledakan seperti 2021. Yang terjadi justru lebih menyerupai penataan ulang. Jumlah pembeli dan penjual aktif cenderung bergerak naik ketika harga kripto besar menguat, menandakan hubungan yang masih erat antara sentimen NFT dan kondisi pasar aset kripto secara umum. Saat Bitcoin dan Ether menguat, sebagian pelaku pasar kembali berani membuka posisi pada aset yang risikonya lebih tinggi.

Di balik angka tersebut, ada perubahan karakter pasar. Nilai transaksi besar masih terjadi, tetapi pertumbuhan juga datang dari penjualan unit yang lebih banyak dengan harga rata-rata yang lebih terkendali. Itu menunjukkan bahwa pasar NFT sedang mencari dasar baru. Sinyal paling pentingnya bukan sekadar volume, melainkan fakta bahwa minat terhadap aset berbasis blockchain kembali terdistribusi di beberapa ekosistem, bukan hanya pada satu jaringan saja.
Ethereum, Bitcoin, dan Solana kembali jadi pusat transaksi NFT
Ethereum tetap menjadi pemain utama karena menampung banyak koleksi mapan seperti Bored Ape Yacht Club, Pudgy Penguins, dan CryptoPunks. Namun dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin juga mengambil porsi penting lewat Ordinals yang memperluas penggunaan jaringan itu ke ranah artefak digital. Solana, di sisi lain, terus menarik pengguna karena biaya yang relatif lebih rendah dan ekosistem pasar yang lebih lincah.
Perbedaan ini berpengaruh langsung pada komposisi peningkatan penjualan. Ethereum cenderung mendominasi dari sisi nilai, sementara Solana dan Bitcoin sering memperlihatkan pergerakan cepat pada jumlah transaksi. Bagi industri, pembagian peran seperti ini memperlihatkan bahwa pemulihan tidak lagi bergantung pada satu pusat gravitasi. Pasar menjadi lebih tersebar, dan itu bisa membuat fondasinya lebih tahan terhadap gejolak jangka pendek.
Pemulihan pasar NFT terjadi saat investor lebih selektif
Kenaikan volume belum otomatis berarti seluruh sektor pulih merata. Data industri menunjukkan aktivitas masih terkonsentrasi pada proyek yang memiliki likuiditas, sejarah kuat, atau narasi baru yang relevan. Dalam praktiknya, banyak pembeli kini menghindari koleksi tanpa utilitas jelas. Mereka lebih tertarik pada proyek yang menawarkan akses komunitas, identitas digital, lisensi merek, atau integrasi dengan gim dan ekosistem kreator.
Pergeseran ini penting untuk membaca arah investasi NFT. Pada fase sebelumnya, banyak pembelian ditopang ekspektasi kenaikan harga cepat. Kini pendekatannya lebih dekat ke evaluasi aset digital lain: seberapa aktif komunitasnya, siapa pengembangnya, bagaimana riwayat volumenya, dan apakah ada permintaan sekunder yang konsisten. Dengan kata lain, pasar belum kembali panas, tetapi mulai terlihat lebih rasional.
Perubahan perilaku itu juga dipengaruhi kondisi makro di industri kripto. Saat likuiditas membaik dan harga token utama menguat, pelaku pasar biasanya bersedia mengambil risiko tambahan. Sebaliknya, ketika volatilitas melonjak atau regulasi menjadi sorotan, NFT kembali terseret. Karena itu, transaksi NFT kini dibaca bukan hanya sebagai indikator minat pada seni atau token digital, melainkan juga sebagai cerminan selera risiko investor kripto secara lebih luas.
Koleksi digital besar masih mendominasi, tetapi pola beli berubah
Beberapa koleksi papan atas tetap menjadi barometer karena mampu mempertahankan visibilitas dan komunitas. Pudgy Penguins, misalnya, beberapa kali mendapat perhatian pasar berkat ekspansi merek di luar ekosistem kripto. Di saat yang sama, minat pada aset berbasis Bitcoin memperlihatkan bahwa definisi koleksi digital terus meluas dan tidak lagi terbatas pada format yang sebelumnya populer di Ethereum.
Namun pembeli kini cenderung bergerak lebih cepat dan oportunistis. Mereka masuk saat ada katalis yang jelas, lalu segera mengamankan keuntungan ketika likuiditas tersedia. Bagi pasar, ini berarti volume bisa naik tanpa harus diikuti lonjakan harga yang sama tajamnya. Gambaran ini menegaskan satu hal: pasar NFT mungkin sedang pulih, tetapi ritmenya jauh lebih disiplin dibanding masa spekulasi besar dulu.
Dampak kebangkitan transaksi NFT bagi ekonomi digital dan blockchain
Bagi sektor blockchain, kenaikan aktivitas NFT membawa implikasi lebih luas daripada sekadar jual beli gambar profil. Setiap kenaikan pada volume perdagangan dapat mendorong pendapatan pasar NFT, aktivitas dompet, penggunaan jaringan, dan eksperimen baru di bidang identitas digital, tiket berbasis token, hingga aset dalam gim. Itulah sebabnya pergerakan NFT tetap dipantau meski pasar pernah mengalami koreksi dalam.
Perusahaan infrastruktur juga diuntungkan ketika minat kembali tumbuh. Marketplace, penyedia dompet, jaringan layer-2, hingga alat analitik mendapat arus pengguna yang lebih besar saat volume meningkat. Dalam konteks ekonomi digital, NFT kini tidak lagi dipandang semata sebagai tren koleksi, tetapi sebagai salah satu bentuk kepemilikan digital yang terus diuji model bisnisnya. Pertanyaannya kemudian: apakah kebangkitan ini bisa bertahan?
Peluang ada, tetapi keberlanjutan masih bergantung pada utilitas
Jawabannya terletak pada daya tahan permintaan. Jika peningkatan penjualan mingguan hanya didorong spekulasi jangka pendek, pasar bisa kembali melemah dengan cepat. Sebaliknya, jika pertumbuhan datang dari penggunaan yang lebih nyata—seperti keanggotaan, aset gim, koleksi bermerek, atau integrasi media—maka fase pemulihan berpotensi bertahan lebih lama.
Untuk saat ini, data memperlihatkan bahwa pasar NFT sedang membangun kembali momentumnya di tengah ekosistem kripto yang lebih matang. Volume belum kembali ke puncak lama, tetapi arah pergerakannya menunjukkan bahwa NFT masih memiliki tempat dalam arsitektur ekonomi digital. Bagi pelaku industri, sinyal terpenting bukan nostalgia terhadap masa lalu, melainkan munculnya pasar yang lebih selektif, lebih terhubung dengan utilitas, dan lebih realistis dalam menilai nilai sebuah token digital.









